Rabu, 11 November 2015

MEMBUAT KUE BOLU

Kue bolu merupakan kue yang sering kita jumpai pada saat acara-acara tertentu misalnya ulang, tahun, pernikahan, acara pengajian dan lain sebagainya. Kue ini memiliki rasa manis yang pas juga enak dimulut dan memiliki tekstur sangat lembut. Kue bolu memiliki berbagai jenis bentuk dan rasa. Kue ini biasanya dibuat dengan cara dipanggang atau dikukus, kedua cara itu sama-sama memiliki rasa yang enak. Dibawah ini akan kami sajikan resep tentang proses pembuatan kue bolu sederhana yang empuk dan lembut, kue ini akan kami buat dengan cara dipanggang didalam oven. Untuk membuat kue ini sama seperti membuat kue-kue pada umumnya, tetapi membuat kue memangmemerlukan waktu yang sedikit lama. Baiklah, mari kita sama-sama belajar membuat kue bolu panggang sederhana dibawah ini.
cara membuat bolu panggang
Bahan :
  • 5 butir telur ayam
  • 100 gram tepung terigu serbaguna
  • 125 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk
  • 1 sendok makan cake emulsifier ( SP/TBM )
  • 50 gr margarine ( dilelehkan )
  • 1/4 sendok teh baking powder
Cara Membuat Bolu Panggang :
  1. kocok telur, gula pasir dan cake emulsifier menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi sampai mengembang pucat dan kental
  2. masukkan vanili bubuk, baking powder dan tepung terigu sedikit demi sediki, aduk sampai adonan tercampur rata
  3. tuang margarine yang sudah dilelehkan, aduk lagi sampai rata
  4. tuang adonan kedalam loyang ukuran 25 cm yang sudah dioles mentega dan ditaburi tepung terigu supaya tidak lengket
  5. panggang dalam oven selama 30 menit atau sampai matang dan berwarna kecoklatan
  6. keluarkan dari oven lalu bolu panggang siap disajikan

Sangat mudah dan sederhana kan untuk prosesnya? Silahkan anda praktekkan dirumah dengan panduan resep dari kami dan semoga lebih berhasil.

Ini pidato Bung Tomo yang menggetarkan jiwa arek-arek Suroboyo


Ini pidato Bung Tomo yang menggetarkan jiwa arek-arek Suroboyo
bung tomo. ©wordress.com

  •  
  •  
  •  


 




Merdeka.com - Hari ini, 10 November adalah Hari Pahlawan yang diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia. Hari ini diperingati untuk mengenang pertempuran dramatis antara arek-arek Suroboyo melawan Tentara Inggris yang ingin menguasai Surabaya pada 10 November 1945.

Waktu itu Tentara Inggris mengultimatum warga Surabaya untuk menyerah kepada Inggris, dan memberikan bendera warna putih sebagai tanda telah menyerahkan diri. Namun ultimatum itu tidak diindahkan oleh arek-arek Suroboyo.

Tak dapat dipungkiri, pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 menjadi penyemangat arek-arek Suroboyo untuk bangkit melawan, dan tidak gentar oleh serangan pasukan Inggris yang dilengkapi dengan senjata canggih. Dengan keyakinan yang tinggi, serta semboyan merdeka atau mati, arek-arek Suroboyo pantang menyerah dan dengan gagah berani melawan pasukan Inggris di Surabaya.

Seperti apa pidato Bung Tomo yang menggugah itu? Berikut pidato lengkap pria yang belum lama ini diangkat sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah tersebut:

Bismillahirrohmanirrohim..
Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui.
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara.
Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.
Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.
Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.
Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.
Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.
Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.
Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.
Kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya.
Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.
Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Dengarkanlah ini tentara Inggris.
Ini jawaban kita.
Ini jawaban rakyat Surabaya.
Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris!
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.
Kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak,
Baru kalau kita ditembak,
Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara.
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah saudara-saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!!!

Curahan Hati Seorang Istri

Curahan hati seorang istri melalui surat

Aku suka menulis surat, salah satunya surat curhat mengenai hati ini yach maklum kalo dikata aku ini istri ababil. Setelah menikah, setiap bulan aku menuangkan isi perasaanku dengan kalimat per kalimat kebahagian dan kesedihan. Untungnya masih aku simpen buat kenang-kenangan aja maunya. Beberapa isi kalimat surat itu sebagai berikut.1 bulan kemudian setelah menikah.

1 bulan sudah ku lalui hari-hari bersama suamiku. Tak banyak perubahan yang terjadi saat kita pacaran dulu sampai sekarang. Hanya bedanya kita bisa selalu bersama. Ada teman saat mencuci baju, aku yang ngucek dan bilas sedangkan dia yang jemur cuciannya. Aku yang menyetrika pakaian sedangkan dia yang memasukkan ke dalam lemari. Dia yang ke pasar, sedangkan aku berdiam diri di peraduan. Dia yang memasak sedangkan aku yang melihat dan membantunya mengambil alat-alat masak yang dia minta. Aku yang cuci piring sedangkan dia kadang duduk-duduk kekenyangan atau sebaliknya.Sehabis mandi dia selalu menyiapkan handuk dan alas kaki. Dan dia selalu menyisir rambutku ketika akan berangkat kerja. Suamiku, terimakasih atas cinta dan perhatian yang kau berikan begitu tulus walau kadang dirimu cerewet, memarahi aku, mengomeliku yang nggak jelas. Aku sayang kamu….Tweety

2 bulan kemudian.Yach, ternyata hari cepat berlalu. Gak terasa sudah 2 bulan menjadi seorang istri. Puasa Ramadhan tahun ini adalah puasa Ramadhan pertama dengan suami. Dan Lebaran Idul Fitri pun pertama kali bersama suami. Punya keluarga banyak. Pas hari Lebaran kita bersilaturahmi ke sanak saudara. Capek rasanya, karena hari H s/d H+3 kerjanya keliling ke rumah saudara, dari pagi sampai sore dengan mengendarai sepeda motor. Remek rasanya badan ini. Tapi dengan hati senang kita pun berangkat sekalian menikmati liburan yang hanya sebentar.Masuk kerja pun sepertinya kurang memberikan semangat bagi kami. Masih ingin berlibur lagi. Kurang puas dengan liburan yang hanya sebentar. Beres-beres rumah baru pun menjadi tujuan weekend kami. Mulai mengecek air dan listrik, karena awal September sudah akan kami tempati. Kalau masih ngekos kan eman sekali uangnya. Mendingan buat beli yang lain. Semoga, pindahan kali ini dapat barokah dari Allah...Amiiien

3 bulan kemudian.Nggak kerasa ya udah 3 bulan usia pernikahan kita, 3 hari tinggal di rumah ortuku, 2 bulan 1 minggu tinggal di kos-kosan, 3 minggu sampai sekarang tinggal di rumah sendiri. Alhamdulillah yaBerangkat kerja selalu bersama, berpisah di jalan menuju kantormu dan aku berangkat sendiri jalani saja, ntar juga akan indah pada waktunya. Kita berdo'a dan berusaha. Allah melihat, mengawasi, dan mendengar. Jangan khawatir ya sayang.O ya, kemarin H-1 sebelum our annyversary 3 months, suamiku ngirim ini ni (gambar bunga mawar) di email ku.So sweet banget, soalnya gak biasanya dia seperti itu.4 bulan kemudian.Wah, udah

4 bulan ya ternyata. Banyak sudah lika-liku yang dilalui. Pastinya udah tahu kelemahan masing-masing. Tetap berpegang teguh pada agama kuncinya biar selalu awet dan adem ayem. Hanya aja terganjal dengan masalah sepele. Masalah keluarga, so kuncinya adalah nerimo alias ikhlas.4 bulan, masih banyak yang harus dibenahi. Dari segi keluarga, financial, agama, serta emosi. But, kita yakin bahwa semuanya ada yang mengatur. Diambil happy aja pastinya. Tetap berusaha dan berdo’a. Lagian masih ada suami yang akan selalu menjaga aku. Allah Maha Mengetahui, semoga aku termasuk golangan orang yang bersabar. Amiiien.

5 bulan kemudian.Sebelumnya, selamat 5 bulan suamiku. Perutku tambah endut, tapi bukan endut berisi dedek tapi endutnya karena lemak yang nempel.Yap yap yap sudah lima bulan aku menikah. Masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya, aku masih belum bisa melayang bebas, mengatur semua keadaan rumah tangga bersama suamiku. Maklumlah kita masih penganten baru, jadi masih ada nafsu untuk pengen senang-senang berdua dengan suami. Bebas nggak ada yang nguntil, ya itulah nafsu manusia.Terlintas, dipikiran ini kapan ya aku bisa membina keluargaku (suamiku,  dan anak-anakku) dengan tenang. Dan disitulah aku yang mengatur segalanya, mengatur disini bukanlah jadi pemimpin. Pemimpin tetap suamiku. Mengatur disini adalah mengatur keadaan rumah, segala sesuatu tentang pengeluaran dan pemasukan, mengatur posisi barang-barang di rumah, karena aku adalah sekretaris rumah, bukan yang lain.Ya begitulah keinginanku, keinginan seorang istri dari seorang suami yang memiliki banyak masalah dari keluarganya. Dan aku hanya bisa bersabar, menangis, kadang juga emosi melanda jiwa dan perasaanku. Ya begitulah manusia, terbuai oleh nafsu, terutama aku.

6 bulan kemudian.Alhamdulillah, usia pernikahanku sudah 6 bulan. Nggak kerasa kalo udah 1/2 tahun berlalu. Banyak suka duka. Semoga 6 bulan ini mengantarkan aku pada kebahagian kami. Apa yg aku mau, dan yg aku inginkan tentunya.Pengen mendekorasi rumah sebagus mungkin biar kerasan di dalamnya. Di usia pernikahan 6 bulan ini aku sudah mulai memikirkan ini dan itu. Yach, semoga saja di tahun 2013 nanti bisa terwujud semuanya.

7 bulan kemudian.Tanggal 25 Januari 2013 pas 7 bulannya kita menikah. Kita itu maksudnya aku dan suamiku ya ya ya. Walaupun anniversary 7 months tapi nggak ada yang namanya kue, makanan, jalan-jalan, de el el. Kita bertapa di rumah dengan kegiatan seperti biasa, kerja kerja dan kerja.Yach walaupun tidak ada tetek bengek seperti itu aku berharap di usia pernikahan kami yang ke 7 bulan semuanya bisa dipermudah. Rezeki kami dilancarkan, diberi kesehatan, dipermudah segala urusan, karir tentunya. Semoga usia pernikahan ini barokah dan usia kami tentunya. Amien.

8 bulan kemudian.Alhamdulillah 8 bulan juga. Akhirnya tapak kehidupan kami hampir mendekati 1 tahun. 8 bulan itu relatif. Ada yang berpendapat bahwa 8 bulan itu sangat lama, dan ada yang berpendapat pula 8 bulan itu sangat sebentar/sangat singkat.Menurutku, kalau kita menikmati waktu, maka akan terasa singkat/sebentar, dan jika kita hanya menghitung waktu maka waktu akan terasa lama. 8 bulan...bersama suami itu sesuatu, sesuatu yang hanya kita yang bisa merasakan. Orang lain hanya tau tentang luarnya saja, tapi mereka tidak tau dalamnya seperti apa. Ada yang bilang kehidupan seperti "Tai Kucing". Tapi bagiku kehidupan sangat indah sekali jika kita selalu bersyukur. Melihat orang yang ada di bawah kita, yang lebih menderita dari kita, yang lebih miskin dari kita, dan kita harus pandai bersyukur.Alhamdulillah.

9 bulan kemudian.Ups, sampai lupa nich aku memposting ceritaku.9 bulan kita menikah, tepatnya tanggal 25 Maret 2013. Pas hari itu aku ada di RS Graha Amerta coz Ayah lagi di rawat disana. So, gak sempat cerita dan nulis blog.3 bulan lagi gak terasa 1 tahun ya masih 3 bulan lagi loh.Seperti biasa, Allah selalu memberi rezeki pada kami. Lancarkan Ya Allah untuk hari ini dan seterusnya.10 bulan kemudian.Alhamdulillah...10 bulan telah berlalu.Alhamdulillah, masih diberi kesehatan oleh Allah SWT.Alhamdulillah, masih jadi wanita karir.Alhamdulillah, masih bisa berbagi dengan keluarga.Alhamdulillah, sudah bisa beli isi rumah sedikit demi sedikit.Alhamdulillah, masih punya keluarga, teman, dan saudara.Alhamdulillah, rezeki itu ada setiap harinya.Alhamdulillah, masih double job.Alhamdulillah, masih bisa bersedekah.Alhamdulillah, side job suamiku lancar.Alhamdulillah, aku dan suami sama-sama kerja.Alhamdulillah atas nikmat yang kau berikan Ya Allah. Itu semua rezeki dari Mu Ya Rabb. 10 bulan sudah kami membina hubungan suami istri. Semoga kami selalu bersama, menjadi keluarga yang SAmaRa. Amieen.11 bulan kemudian.Alhamdulillah, 11 bulan sudah aku lalui bersama suamiku.Ehmmm, ada apa di 11 bulan ini ya ?Tapi sepertinya kebetulan aku membuatkan menu spesial buatnya.Eh salah...2 hari setelahnya ding hohoho...Pas tanggal 25 Mei 2013, aku pulang kampung seorang diri, karena dirumah lagi punya tukang buat dapur. Suamiku mengantarkan aku sampai Bangkalan melewati Jembatan Suramadu.Rasanya sedih pisah sama dia, biasanya kami nggak pernah pisah kok.Pulang kampung karena ada keperluan, setelah keperluan selesai aku langsung pulang dan suamiku menjemputku di Jalan Jakarta daerah Perak.Kalau yang membuatkan menu spesial itu pas hari Senin malam tanggal 27 Mei 2013. Aku buatin bola-bola tahu, sambel penyet dan 3 piring nasi dihabisin oleh suamiku. Besok malamnya dengan menu yang sama juga. Alhamdulillah.1 tahun kemudian.Tiada henti mengucap syukur kepada Ilahi Robbi...sampai detik ini nikmat dan rezeki itu selalu ada. Kemarin tanggal 25 Juni 2013 kami merayakan ulang tahun pernikahan kami yang pertama. Malam itu aku terbangun, tepat pukul 03.00 WIB untuk makan sahur, aku harus memenuhi kewajibanku membayar hutang puasa bulan Ramadhan tahun lalu.Aku bangunkan suamiku dari tidurnya, agar dia menemaniku makan sahur, tapi dia beranjak ke kamar mandi dan mengambil wudhu kemudian sholat Tahajjud. Dia ingat, bahwa hari ini ulang tahun pertama pernikahan kami. Dia ingin meminta sesuatu kepada Allah, yaitu anak...anak yang sholeh dan sholehah.Pulang kerja pukul 17.00 WIB, kami sempatkan mampir ke Pizza Hut untuk membeli 1 porsi. Kami bawa pulang, makan di rumah bersama kucing-kucing penjaga rumah kami. Alhamdulillah Ya Allah

Rabu, 04 November 2015

Curahan Hati Mamah

CURAHAN HATI SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA


Anakku...
Bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.
Anakku...
Ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka.
Tak kuingkari memang akulah yang mengandungmu selama sembilan bulan. Saat itu aku selalu gelisah menanti kelahiranmu. Aku selalu menjaga diriku agar bayi di perutku, yaitu kamu, sehat. Dengan susah payah dan sakit kulahirkan engkau. Aku termasuk beruntung karena tidak harus meninggal untuk melahirkanmu. Aku sampai menitikkan air mata bahagia saat mendengar tangis pertamamu yang lucu.
Engkau ini darah dan dagingku sendiri; engkau tumbuh dari bagian tubuhku namun engkau lahir keluar sebagai manusia yang baru sama sekali. Dalam beberapa hal kamu memang mirip aku tetapi selebihnya engkau sungguh baru.
Sejak kecil kurawat engkau dengan sangat hati-hati dan penuh kasih; engkau lebih kuperhatikan dari pada apapun yang pernah kumiliki. Kusuapi dan kususui engkau dengan air yang mengalir dari dadaku sendiri. Bila engkau menangis kugendong dan kuhibur. Kuberi engkau pakaian dan sepatu dan topi yang cocok untukmu. Tak lupa kubelikan juga mainan yang kau gemari; mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu. Engkau masih ingat masa kecilmu, kan?
Setiap pagi dan sore kumandikan engkau. Bila kau ngompol atau e’ek di celana atau di popok, dengan sabar kubersihkan dan kuganti dengan yang baru.
Paling sedihlah aku, bila kamu sakit. Memang engkau waktu itu hanya makhluk kecil yang tidak berdaya, yang bisa saja kubuang ke kotak sampah atau ke selokan kalau aku mau. Tapi aku cinta padamu, engkau bagian dari hidupku sendiri. Maka kurawat engkau sungguh-sungguh, kubawa engkau ke dokter, kuusahakan agar kau mendapat vaksinasi dan makanan bergizi.
Anakku...
Pada waktu masih kecil dulu, kamu sering rewel, ngambeg bila tidak diberi uang jajan, atau sulit bila disuruh mandi. Kau ingat betapa manjanya kamu. Setiap kali kau lari ke pangkuanku bila engkau bertengkar dengan kakakmu, bila dimarahi ayah, atau bila dinakali teman-temanmu. Aku menjadi saksi untuk masa kecilmu yang manja, sehingga aku tak sempat lagi mengurus diri atau pergi sesuka hati.

Kini engkau sudah dewasa...
Aku bangga padamu, engkau harapanku. Namun aku sering sedih melihat kelakuanmu; kala engkau bermalas-malasan untuk bangun, kala bermain seharian tak tahu waktu. Hampir-hampir aku menangis bila kuingat betapa sulitnya menyuruhmu belajar, mengerjakan PR, atau mengingatkanmu untuk tidak membolos. Sepertinya kau tidak tahu bahwa ini semua demi kamu sendiri. Sungguh aku tidak bermaksud mau menyengsarakanmu dengan aturan-aturanku. Aku ingin engkau bahagia, bisa hidup pantas di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan ini. Kamu harus pandai supaya tidak mati tertelan jamanmu nanti.
Anakku...
Betapa sedihnya aku, ketika aku kau tuduh orang tua kolot, orang tua yang tidak mengikuti jaman, atau orang tua kampungan. Aku ingin dipahami bahwa kalau kusuruh kau bergaul tidak sembarangan, berpakaian yang pantas dan mau menghargai orang lain, adalah sungguh-sungguh supaya kamu menjadi manusia yang bermoral, bukan begajulan yang menghancurkan hidupnya dengan mau hidup sebebas-bebasnya.
Kau lihat betapa banyak teman sebayamu yang sudah harus berhenti sekolah untuk mengasuh anak, betapa banyak teman seusiamu jatuh pada obat bius dan pornografi. Anakku, aku tahu engkaupun tidak ingin menjadi seperti itu.
Sungguh kalau aku keras dalam hal ini karena aku tahu betapa halusnya bujukan setan dan betapa beratnya hidup yang tidak tegas terhadap yang jahat. Aku ingin kau pun memahami itu. Hatiku akan hancur bila sikapmu selalu melawan aku, bila kau selalu menganggap dirimu benar sendiri.
Setiap malam aku berdoa untukmu, tak sekejap pun engkau hilang dari hidupku. Bila aku sedang memasak di dapur, yang kubayangkan adalah kepuasan makanmu dan juga kesehatan tubuhmu. Bila aku ikut membantu bekerja, yang kuinginkan engkau tidak terhambat karena biaya. Bila kubenahi kamarmu yang selalu berantakan yang kuinginkan agar kau krasan di rumah. Bila kubelikan kau baju-baju yang modis, aku ingin kau tidak malu pada teman-temanmu. Dan bila aku merawat kesehatan tubuhku sendiri, aku hanya ingin agar aku dapat lebih lama lagi mendampingi dan menyerahkan hidup kepadamu.
Sekarang ini kamu sudah dewasa, banyak hal sudah dapat kau lakukan sendiri. Lambat laun akan terasa bahwa hidupmu memang menjadi tanggung jawabmu sendiri; tidak ada seorangpun yang dapat menggantikannya termasuk ibumu ini. Mohon jangan kecewakan aku dengan sikap keras kepalamu yang kekanak-kanakkan itu. Aku tidak cemburu kalau kamu sekarang sudah melebihi aku dalam segalanya. Aku malah bangga karena Tuhan sudah berkenan membiarkan aku ikut menyaksikan pembentukkan hidupmu. Seperti sebatang lilin, hidupku sudah meleleh habis… dan sebentar lagi pasti akan padam… untuk menerangi hidupmu, anakku. Kini engkau sendiri sudah mulai menyala, lebih terang dari yang kupunya.
Anakku...
Kalau engkau memang sulit menerima aku yang sering rewel, kolot atau lamban ini, aku mohon paling tidak kamu mau menghormati ayahmu. Sepanjang hari setiap hari selama bertahun-tahun dia bekerja keras untukmu, hingga tubuhnya lemah, hingga kulitnya kerut merut tertimpa banyak penderitaan. Cintanya padamu membuatnya tidak malu untuk bekerja di tempat-tempat yang kotor, membuatnya tahan duduk berjam-jam menangani tugas-tugas yang membosankan, dan membuatnya setia menjagai kita semua.Dia juga hanya ingin agar kita ini berbahagia.
Anakku...
Jangan sia-siakan cintanya. Jarang sekali dia mengeluh kala menghadapi beratnya beban kehidupan, tugas-tugas berat dan tuntutan anak-anaknya. Di hadapan kita, dia selalu tersenyum dan tertawa gembira. Kadang-kadang aku merasa kasihan kepadanya kalau dia tidak bisa pulang seharian, kalau tubuhnya yang sudah kecapaian itu harus dipaksa untuk bekerja lagi. Saya sendiri sering merasa bersalah karena rasanya hanya memperlakukan ayah seperti kuda beban atau sapi perahan. Kita bisa beli ini itu, bisa pergi ke sana kemari atau bermain-main dengan santai di rumah, sementara itu dia hanya puas dengan secangkir kopi dan baju yang itu itu saja, dia juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai-santai seperti kita. Sungguh anakku, aku mohon hormatilah ayahmu.
Akhirnya...
Sebagai orang tuamu aku minta maaf kalau selama ini aku kadang-kadang egois, menuntut terlalu berlebihan, kolot dan keras terhadapmu. Maafkan aku bila aku kurang mengerti kebutuhan-kebutuhan dan dunia mudamu. Kadang aku masih menganggapmu seperti anak-anak yang harus kuatur segalanya agar tidak keliru. Maafkan aku anakku, yang membuat banyak kesalahan atau malah menyengsarakanmu, yang tidak dapat mencintai dengan cara yang cocok dengan keinginanmu. Kata maaf darimu adalah hadiah yang paling kutunggu.
Anakku...
Aku sudah kangen kamu. Ingin rasanya kubisikkan aku sayang kamu. Hanya peluk ciumku untukmu.